Beberapa hari ini lagi pengin menekuni blog lagi..gara-gara ada tugas dari dosen..udah deadline c makanya jadi sering utak-atik ngga jelas. Terus iseng-iseng berkunjung ke blog temen-temen, rata-rata pada masang banner komunitas blog. And kebanyakan pada bikin komunitas berdasarkan daerah asalnya. Walaupun tinggalnya di Jakarta, mereka pasti masuknya ke komunitas blogger daerah asal mereka. Mungkin itu juga kali ya yang bikin komunitas blogger Jakarta jarang banget. Walaupun Jakarta ibu kota, banyak penduduknya, gadgetnya canggih-canggih, kan tetep aja mereka pasti berasal dari daerah tertentu. Dan sekalinya ada komunitas blogger Jakarta, isinya malah dedengkot-dedengkot semua...dan terkesan ekslusive.
Kalian pasti sering denger tentang komunitas BHI, nah itu yang saya maksud. Maap ni kalau ada anggota komunitas BHI yang baca postingan ini (tapi kayanya ngga deh...) , tapi saya bukan orang pertama yang berkomentar begitu..udah banyak blogger-blogger lain yang berpendapat sama. Untuk itu, mari para bloggers Jakarta, mari kita satukan kekuatan dan inspirasi untuk membangun komunitas blogger Jakarta, jangan sibuk mikirin kopdar aja....biar kita punya 'rumah' gitu...
Ya sekian postingan saya, moga ada blogger Jakarta yang baca dan mengabulkan keinginan saya ini. Kalau saya bisa mah...saya deh yang bikin. Sayangnya saya cuma pemula. :'(
keep blogging,
.::ria::.
Rabu, 15 April 2009
Selasa, 14 April 2009
Perjuangan 'berdarah' Full Time Blogger
Para blogger pasti udah pernah denger donk cerita tentang Budi Putra, seorang yang tadinya wartawan majalah Tempo, tapi 2 tahun lalu memutuskan untuk menjadi seorang full time blogger. Yaitu orang yang benar-benar menjadikan blog sebagai sumber penghasilan, dan menggantungkan hidupnya hanya dengan ngeblog. Cerita tentang Budi Putra yang memiliki beberapa situs seperti The Gadget Net, Budi Putra Dot Com, 3G week, Blog Jurnalisme ini pun sudah menyebar di Blogosphere. Hal ini pasti membuat banyak orang bertanya dalam hati, "Apa mungkin hidup hanya dengan ngeblog?".
Sekedar cerita, di Amerika sana, seseorang tidak perlu ragu lagi untuk mengakui kegiatan bloggingnya sebagai pekerjaan. Ryan Avent misalnya, pemilik Ryan Avent Dot Com sekaligus kontributor blog Economist Dot Com dan DCist Dot Com ini keluar dari pekerjaannya dan memutuskan untuk menjadi full time blogger. Dan setelah menjadi full time blogger, tau berapa jam kerja Ryan per harinya? Dalam 1 hari Ryan hanya bekerja selama 2 jam, dan selama 2 jam itu dia bisa menghasilkan 7-8 postingan.
Ada juga kisah blogger lain dari Amerika, yaitu Heather Armstrong. Cerita dimulai dengan Heather yang membuat sebuah blog bernama Dooce pada Februari 2001 lalu. Pada blognya, Heather menulis tentang kehidupan pribadinya, serta pekerjaannya sebagai web designer. Tragisnya, gara-gara dia membuat postingan-postingan yang melibatkan nama orang-orang di tempatnya bekerja dan bosnya tahu, Heather pun langsung di pecat dari pekerjaannya itu pada tahun 2002. Meski begitu, Heather tetap melanjutkan kegiatan ngeblognya secara konsisten. Dan hasilnya? Sekarang Dooce menjadi salah satu blog sukses di Amerika. Dan dalam 1 bulan, ada lebih dari 850.000 visitor yang mengunjungi blog tersebut. Dooce kini sanggup membiayai Heather dan keluarganya.
Tapi apa semudah itu menjadikan blog sebagai sumber penghidupan kita? Jawabannya, tentu aja ngga mudah. Karena untuk mendapatkan penghasilan dari blog, kita perlu kerja keras. Sebagai blogger, apalagi full time blogger, kita harus memiliki skill menulis diatas rata-rata, kita juga harus dapat menentukan niche (tema blog) yang bagus, dan membuat postingan secara konsisten, agar pengunjung tertarik untuk terus mengunjungi blog kita.
Sederet nama yang disebut tadi beserta nama-nama lain seperti Yaro Starak, Darren Rowse dan John Cow harus berani berkorban dan mengambil resiko. Heather sebelum mendapatkan penghasilan yang layak dari ngeblog, harus melewati perjuangan selama 4 tahun yang berdarah-darah. Yaro Starak sebelum menjadi full time blogger harus rela banting tulang putar otak demi membuat postingan yang berbobot, bahkan sampai kuliahnya terbengkalai.
Nah, setelah mengetahui segitu beratnya pengorbanan para full time blogger, apa anda tetap ingin menjadi seorang full time blogger??
Ok CU next post and keep blogging...
.::ria::.
Sekedar cerita, di Amerika sana, seseorang tidak perlu ragu lagi untuk mengakui kegiatan bloggingnya sebagai pekerjaan. Ryan Avent misalnya, pemilik Ryan Avent Dot Com sekaligus kontributor blog Economist Dot Com dan DCist Dot Com ini keluar dari pekerjaannya dan memutuskan untuk menjadi full time blogger. Dan setelah menjadi full time blogger, tau berapa jam kerja Ryan per harinya? Dalam 1 hari Ryan hanya bekerja selama 2 jam, dan selama 2 jam itu dia bisa menghasilkan 7-8 postingan.
Ada juga kisah blogger lain dari Amerika, yaitu Heather Armstrong. Cerita dimulai dengan Heather yang membuat sebuah blog bernama Dooce pada Februari 2001 lalu. Pada blognya, Heather menulis tentang kehidupan pribadinya, serta pekerjaannya sebagai web designer. Tragisnya, gara-gara dia membuat postingan-postingan yang melibatkan nama orang-orang di tempatnya bekerja dan bosnya tahu, Heather pun langsung di pecat dari pekerjaannya itu pada tahun 2002. Meski begitu, Heather tetap melanjutkan kegiatan ngeblognya secara konsisten. Dan hasilnya? Sekarang Dooce menjadi salah satu blog sukses di Amerika. Dan dalam 1 bulan, ada lebih dari 850.000 visitor yang mengunjungi blog tersebut. Dooce kini sanggup membiayai Heather dan keluarganya.
Tapi apa semudah itu menjadikan blog sebagai sumber penghidupan kita? Jawabannya, tentu aja ngga mudah. Karena untuk mendapatkan penghasilan dari blog, kita perlu kerja keras. Sebagai blogger, apalagi full time blogger, kita harus memiliki skill menulis diatas rata-rata, kita juga harus dapat menentukan niche (tema blog) yang bagus, dan membuat postingan secara konsisten, agar pengunjung tertarik untuk terus mengunjungi blog kita.
Sederet nama yang disebut tadi beserta nama-nama lain seperti Yaro Starak, Darren Rowse dan John Cow harus berani berkorban dan mengambil resiko. Heather sebelum mendapatkan penghasilan yang layak dari ngeblog, harus melewati perjuangan selama 4 tahun yang berdarah-darah. Yaro Starak sebelum menjadi full time blogger harus rela banting tulang putar otak demi membuat postingan yang berbobot, bahkan sampai kuliahnya terbengkalai.
Nah, setelah mengetahui segitu beratnya pengorbanan para full time blogger, apa anda tetap ingin menjadi seorang full time blogger??
Ok CU next post and keep blogging...
.::ria::.
Rabu, 08 April 2009
Pemilu 2009, Pilih Wakilmu!

Tidak lama lagi Pemilihan Umum 2009 akan segera digelar, 34 Partai Politik sudah siap bertarung untuk mendapatkan hati rakyat Indonesia memperebutkan kursi legislatif di DPR. Setelah itu dilanjutkan dengan Pemilu kembali untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden untuk masa bakti 2009-2014.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebuah lembaga independen pemerintah telah menetapkan tanggal 9 April 2009 adalah hari Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2009 untuk pemungutan suara bagi warna negara Indonesia yang telah terdaftar dan memiliki hak pilih. Awalnya KPU menetapkan tanggal 5 April 2009 sebagai hari pemungutan suara, namun diubah dengan pertimbangan dari Presiden, Mendagri dan MK.
Saat ini beberapa agenda pelaksanaan Pemilu 2009 ada yang telah dilakukan diantaranya adalah:
- Penetapan Partai Politik peserta pemilu pada bulan Juli 2008 lalu
- Pengundian nomor urut parpol peserta pemilu juga pada bulan Juli 2008 yang lalu.
- Partai Hati Nurani Rakyat (baru)
- Partai Karya Peduli Bangsa
- Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (baru)
- Partai Peduli Rakyat Nasional (baru)
- Partai Gerakan Indonesia Raya (baru)
- Partai Barisan Nasional (baru)
- Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia
- Partai Keadilan Sejahtera
- Partai Amanat Nasional
- Partai Perjuangan Indonesia Baru (baru)
- Partai Kedaulatan (baru)
- Partai Persatuan Daerah (baru)
- Partai Kebangkitan Bangsa
- Partai Pemuda Indonesia (baru)
- Partai Nasional Indonesia Marhaenisme
- Partai Demokrasi Pembaruan (baru)
- Partai Karya Perjuangan (baru)
- Partai Matahari Bangsa (baru)
- Partai Penegak Demokrasi Indonesia
- Partai Demokrasi Kebangsaan
- Partai Republik Nusantara (baru)
- Partai Pelopor
- Partai Golongan Karya
- Partai Persatuan Pembangunan
- Partai Damai Sejahtera
- Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia (baru)
- Partai Bulan Bintang
- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
- Partai Bintang Reformasi
- Partai Patriot (baru)
- Partai Demokrat
- Partai Kasih Demokrasi Indonesia (baru)
- Partai Indonesia Sejahtera (baru)
- Partai Kebangkitan Nasional Ulama (baru)
Kita semua berharap pelaksanaan Pemilu akan semakin baik jauh dari kecurangan, kekerasan dan dilakukan dengan damai dan aman. Sangat diharapkan semua rakyat Indonesia yang merasa memiliki hak pilih untuk dapat menggunakannya secara bijak dan dengan besar hati mengakui keabsahan dari pelaksanaan Pemilu 2009 nanti karena pada intinya ini adalah proses demokrasi bangsa untuk menuju kesejahteraan masyarakat banyak dan untuk kita semua. Hidup Indonesia!
Jumat, 03 April 2009
Tragedi Situ Gintung
Pada tanggal 27 maret 2009 dini hari, wilayah Situ Gintung mengalami hujan deras yang menyebabkan pihak keamanan memberikan peringatan bahaya banjir sekitar pukul 02.00 WIB. Namun demikian, tidak ada tindakan lanjut masalah keamanan, hingga tejadi kebobolan tanggul selebar 30 meter dengan ketinggian 6 meter pada sekitar pukul 04.00 WIB dan sekitar 2,1 juta meter kubik air melaui melanda pemukiman yang terletak di bawah tanggul.
Situ Gintung adalah sebuah danau kecil buatan yang sudah ada sejak zaman Belanda masih ada di Indonesia. Danau yang terletak di Kecamatan Ciputat timur, kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Lokasi danau ini berada di sebelah barat daya kota Jakarta. Danau seluas 21,4 ha (2008) ini telah berubah fungsi, di manfaatkan sebagai tempat wisata taman.
Awal pembentukan danau ini adalah sebagai waduk yang berfungsi sebagai tempat penampungan air hujan dan untuk perairan ladang pertanian di sekitarnya. Dibuat antara tahun 1932-1933 dengan luas awal 31 ha, kapasitas penyimpanannya mencapai 2,1 juta meter kubik. Situ ini adalah bagian dari Daerah Aliran Ci Sadane yang merupakan salah satu sungai utama provinsi Banten. Sejak tahun 1970-an kawasan pulau dan salah satu tepian Situ Gintung di manfaatkan sebagai tempat wisata alam dan perairan.
Tapi sekarang tempat yang dapat di jadikan tempat wisata dan dapat menjadi salah satu pemasukkan negara tersebut telah menjadi bencana bagi warga yang tinggal di sekitarnya. Akibat dari bencana tesebut, korban meninggal sampai saat ini telah mencapai angka lebih dari 100 orang dan diperkirakan catatan ini masih akan berubah. Kejadian ini membuat Gubernur DKI, Bapak Fauzi Bowo, mlakukan pemerikasaan terhadap kelayakan gedung-gedung di Jakarta.
Menurut beberapa sumber, kerusakan tanggul ini sudah berlangsung sejak dua tahun lalu. Namun, laporan warga tentang kerusakan tersebut tidak mendapat respon dari pemda setempat, mungkin karena belum ada anggaran. Kerusakkan tersebut terjadi didekat pintu air. Biasanya air danau di alirkan ke sungai pesanggrahan. NAmun beberapa hari sampai terjadinya bencana tersebut, pintu air sudah tidak bisa bekerja optimal karena muka air danau sudah sangat tinggi. Sebagia besar rumah yang terkena terjangan air adalah rumah kontrakan. Tapi sebuah masjid yang terletak dibawah tanggul selamat dan air mengalir tepat di sebelahnya.
Apakah ini salah satu tanda kebesaran Allah?? seperti yang terjadi pada peristiwa tsunami?? Wallahu 'alam...
.::ria::.
Situ Gintung adalah sebuah danau kecil buatan yang sudah ada sejak zaman Belanda masih ada di Indonesia. Danau yang terletak di Kecamatan Ciputat timur, kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Lokasi danau ini berada di sebelah barat daya kota Jakarta. Danau seluas 21,4 ha (2008) ini telah berubah fungsi, di manfaatkan sebagai tempat wisata taman.
Awal pembentukan danau ini adalah sebagai waduk yang berfungsi sebagai tempat penampungan air hujan dan untuk perairan ladang pertanian di sekitarnya. Dibuat antara tahun 1932-1933 dengan luas awal 31 ha, kapasitas penyimpanannya mencapai 2,1 juta meter kubik. Situ ini adalah bagian dari Daerah Aliran Ci Sadane yang merupakan salah satu sungai utama provinsi Banten. Sejak tahun 1970-an kawasan pulau dan salah satu tepian Situ Gintung di manfaatkan sebagai tempat wisata alam dan perairan.
Tapi sekarang tempat yang dapat di jadikan tempat wisata dan dapat menjadi salah satu pemasukkan negara tersebut telah menjadi bencana bagi warga yang tinggal di sekitarnya. Akibat dari bencana tesebut, korban meninggal sampai saat ini telah mencapai angka lebih dari 100 orang dan diperkirakan catatan ini masih akan berubah. Kejadian ini membuat Gubernur DKI, Bapak Fauzi Bowo, mlakukan pemerikasaan terhadap kelayakan gedung-gedung di Jakarta.
Menurut beberapa sumber, kerusakan tanggul ini sudah berlangsung sejak dua tahun lalu. Namun, laporan warga tentang kerusakan tersebut tidak mendapat respon dari pemda setempat, mungkin karena belum ada anggaran. Kerusakkan tersebut terjadi didekat pintu air. Biasanya air danau di alirkan ke sungai pesanggrahan. NAmun beberapa hari sampai terjadinya bencana tersebut, pintu air sudah tidak bisa bekerja optimal karena muka air danau sudah sangat tinggi. Sebagia besar rumah yang terkena terjangan air adalah rumah kontrakan. Tapi sebuah masjid yang terletak dibawah tanggul selamat dan air mengalir tepat di sebelahnya.
Apakah ini salah satu tanda kebesaran Allah?? seperti yang terjadi pada peristiwa tsunami?? Wallahu 'alam...
.::ria::.
Langganan:
Postingan (Atom)