Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Mei 2011

Yang kalian omongin itu, Al-Zaytun was My School !!

Gedung-gedung Asrama di Al-Zaytun

Lantai dasar gedung H.M. Soeharto, Universitas Al-Zaytun Indonesia

Mahasiswa FTI belajar bersama persiapan UTS (bukan cuci otak)
Beberapa hari minggu belakangan ini, saya lihat nggak berhenti-berhentinya isu tentang hubungan antara NII dan Al-Zaytun dibahas. Terutama dibeberapa stasiun TV swasta yang kelihatannya lebih intens membahas masalah ini, seperti tvone dan metrotv. Macem-macem narasumber ditampilkan. Mulai dari orang-orang yang dulunya mengaku sebagai anggota NII, sampai ibu-ibu nggak jelas yang teriak-teriak minta Al-Zaytun ditutup.. (Helloooooooooo..itu sekolah, bukan warung).

Jujur, agak sedih dan kecewa dengan semua pemberitaan yang ada dimedia itu. Semuanya terkesan dibesar-besarkan, padahal belum ketahuan 100% benar atau nggak. Sedih karena mereka men-judge tanpa melihat langsung, dan kecewa karena ada beberapa teman alumni yang malah ikut-ikutan komentar padahal mereka nggak sampai lulus di Al-Zaytun.
Berita ini juga sebenernya bukan baru kali ini saja kok mencuat, sekitar taun 2000 juga berita ini sudah mulai banyak dibahas, malah MUI sampai mengirim tim peneliti segala, Menteri agama dan bahkan BIN juga kesana.

Dan beberapa "kata orang" yang menurut saya bener-bener salah:
  1. Mengkafirkan orang diluar golongan mereka (walaupun itu orangtuanya, saudara, dan sama-sama muslim).
    Jangankan mengkafirkan orangtua, kami di Al-Zaytun di didik untuk sangat bertoleransi. Al-Zaytun bahkan pernah kedatangan tamu rombongan dari GBIP Koinonia. Kami juga pernah dikunjungi Perdana Mentri Taiwan. Dan kami pernah di ajar bahasa Mandarin langsung sama 3 orang Taiwan, walaupun cuma 2 minggu karena mereka harus ke lembaga pendidikan lain.

Selasa, 26 April 2011

Boyband Girlband Siapa Meniru Siapa?

Sebenernya mungkin udah agak telat untuk ngebahas ini ya? Karena boyband udah menjamur banget sekarang di Indonesia. Sebut aja SM*SH, NSG Star, Max5, Treeji, dan apa lagi saya ngga tau. Waktu awal kemunculan SM*SH, mereka mendapatkan tidak hanya banyak dukungan tapi juga cemoohan. Mulai dari yang bilang mereka cuma modal tampang, ngga bakal lama, sampai meniru boyband-boyband Korea yang emang lagi in banget di Indonesia. Tapi SM*SH konsisten dan terus menunjukkan aksi-aksi mereka dan terbukti sampai sekarang mereka terus bertahan, dan kayaknya jumlah penggemar mereka terus bertambah deh terutama dari kalangan remaja cewek pastinya.

Kalau yang itu boyband, sekarang kita bahas girlbandnya. Sebelumnya saya ngga terlalu tau girlband ini, berita tentang mereka pun ngga seheboh SM*SH atau boyband lainnya tapi kebetulan waktu itu saya ngeliat penampilan mereka di acara musik Dahsyat, dan semalam jodoh kembali mempertemukan kami di sinetron mereka di trans tv (ngga tau judulnya apa). Mulai deh browsing-browsing dikit, dan ternyata walaupun mereka jarang di beritain di tv (apa saya aja yang ngga tau?) mereka tetap menjadi obrolan di dunia maya. Ngga jauh beda sama boyband, girlband ini juga punya pendukung dan haters. Dan topik lama keluar lagi, mereka dibilang Plagiat. Oh NO!!

Minggu, 24 April 2011

Justin Bieber Makan di Warteg

Sehari sebelum hari konsernya Justin Bieber udah tiba di Bandara Soekarno-Hatta, tapi kayaknya Bliebers pada kecewa deh.. selain karena penjagaannya yang super ketat, Justin Bieber juga dateng sambil nenteng ngajak Selena Gomez. Katanya nih hampir 1000 polisi di turunin untuk mengawal kedatangan Justin Bieber, terus pihak promotor juga menyewa 1 lantai hotel di tempat Justin Bieber menginap. Kira-kira berlebihan ngga sih? Tapi semua itu emang sepadan kalau dilihat dari jumlah penggemar yang menggilai penyanyi asal Kanada ini. Karena besok malamnya sekitar 10 ribu penonton memadati Sentul Convention Centre, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (23/4), untuk menyaksikan aksi penyanyi Justin Bieber. 

Penyanyi jebolan Youtube berusia 17 tahun itu menyanyikan sekitar 17 lagu dengan atraksi panggung yang tidak akan dilupakan para penggemarnya. Tapi tetap saja banyak juga penggemarnya yang menangis karena tidak bisa menonton aksi idolanya itu.

Kayak yang tadi saya liat di salah satu stasiun swasta, beberapa ABG cewe nangis-nangis histeris gara-gara mereka ngga bisa nonton konser Justin Bieber, padahal pas pemesanan tiket via online mereka udah pesen tapi tiba-tiba harga tiket naik dari 1,6 juta sampai harga 3 kali lipat. Tapi tetep aja ya yang nonton banyak??Emang kalau udah cinta, apa aja di lakuin buat 'lebih deket' sama orang yang kita idolain itu. Contohnya lagi Dea Novi, seorang pelajar SMA yang rela ngabisin uang kuliahnya buat nonton konser Justin Bieber.. Oh God moga dia ngga nyesel kelak..

Nah setelah capek menggoyang sentul, Justin Bieber ngga mau langsung pulang. Rupanya dia mau santai-santai dulu di Indonesia. Karena ada beberapa foto yang berhasil menangkap basah saat Justin Bieber sedang........sedang apa ya??

Minggu, 03 April 2011

Guru vs Internet

E-learning atau pembelajaran elektronik pertama kali diperkenalkan oleh universitas Illinois di Urbana-Champaign dengan menggunakan sistem instruksi berbasis komputer (computer-assisted instruction ) dan komputer bernama PLATO. Lama-kelamaan e-learning berkembang menjadi pembelajaran jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi web dan internet. E-learning telah menjadi hal umum di negara-negara maju, karena dianggap lebih efektif, efisien serta hemat. Karena pelajar tidak perlu datang jauh-jauh ke tempat pembelajaran. Terutama bagi orang-orang tua yang ingin kembali belajar.

Penggunaan internet sendiri sebenarnya bukan hal asing lagi di Indonesia, karena terbukti melalui sebuah situs survey, Indonesia menduduki peringkat ke-13 sebagai negara pengakses internet terbanyak. Perguruan-perguruan tinggi pun sudah banyak yang memanfaatkan teknologi internet dalam hal pengurusan administrasi kemahasiswaannya, misalnya mencetak KRS, jadwal kuliah, bahkan meng-upload materi kuliahnya di situs-situs resmi perguruan itu sendiri. 

Beberapa sekolah dasar dan menengah swasta bahkan memberikan kisi-kisi soal dalam situs mereka untuk dapat langsung dikerjakan dan dinilai secara langsung dari situs mereka. Namun apakah peran guru dapat digantikan oleh kehadiran teknologi internet ini?? Karena beberapa orang percaya bahwa perkembangan teknologi internet akan membuat siswa belajar secara mandiri tanpa harus bertemu guru. Tetapi apakah kehadiran teknologi internet ini akan benar-benar mengeser peran manusia sebagai guru?

Selasa, 21 April 2009

Universitas Bisnis Online??

Ada-ada aja ya..saking majunya perkembangan teknologi sekarang, sampai Bisnis Online juga ada portalnya, ada universitasnya!! Hadoh-hadoh ngga kebayang...

Aku ngga mau ngaku-ngaku, 3 postingan dibawah postingan ini memang bukan karyaku, udah ada codingnya waktu aku ambil. Jadi emang disediain untuk di posting, jadi aku ngga CopyCat kan...

Tapi emang asli!! Bisnis Online yang satu ini oks banget...Aku belum ngerasain sih hasilnya, karena aku juga 'anak baru'. Tapi ngga tau kenapa aku yakin aja..Aku juga udah dapet e-book nya. Free lho..Padahal aku nemuin situsnya pas lagi isang-iseng, malem-malem bete, terus ngutak-atik hape eh ada promosi seminar TWD University ini.

Kan kalau mau dapet ebook gratisnya aku harus masukin alamat email, nah pas aku masukkin alamat email juga iseng-iseng aja..Soalnya kan banyak penipuan di internet, makanya aku ngga terlalu percaya. Udah gitu pas baru masukkin email 1 kali, gagal gitu... tapi aku cuek ja and ngga nyoba lagi. Namanya juga orang iseng...Tapi, pas aku lagi cek email untuk keperluan kuliah, ternyata aku dapet Ebook nya!! Gratis!!

Bukunya juga oke..makanya aku coba untuk 'mendalami' bisnis online yang satu ini..Kali aja oke, lumayan buat nambah-nambah uang jajan..lagi-lagi, iseng-iseng...

Udah gitu ada program affiliate, semacam LML gitu, tapi via internet dong, dan LAGI-LAGI GRATIS!!! Bonusnya juga oke banget, pokonya LAYAK DICOBA!!!





.::ria::.

Senin, 20 April 2009

WIEF, Komunitas Ekonomi Negara Muslim

Selama ini, negara-negara yang masuk kategori negara berkembang (kalau ngga mau dibilang miskin), mayoritas adalah negara dengan mayoritas penduduknya muslim. Pernah dengar tentang sebuah Komunitas Ekonomi Negara Muslim? Komunitas yang di bentuk pada tahun 2007 ini diberi nama World Islamic Economic Forum (WIEF). WIEF muncul atas inisiatif Asian Strategic Leadership Institute (ASLI). WIEF merupakan pecahan dari Organisation of the Islamic Conference (OIC), WIEF muncul dari rasa ketidakpuasan beberapa negara anggota OIC karena lambannya pengambilan keputusan terkait kebijakan ekonomi dan perdagangan dalam format OIC. Malaysia yang merasa menjadi negara paling 'maju' di antara negara-negara islam dunia memandang perlu ada langkah sigap agar negara-negara islam tidak semakin tertinggal.

Tun Musa Hitam, Chairman of the WIEF mengatakan bahwa tujuan didirikannya WIEF adalah untuk memperkuat ekonomi negara-negara islam di dunia. Karena dengan kekuatan ekonomi, ketangguhan sistem finansial, dunia akan lebih menghargai. Posisi negara-negara islam juga akan menjadi lebih kuat. Namun hal yang perlu diingat, WIEF bukanlah forum eksklusif yang membatasi anggotanya dari negara muslim saja. WIEF juga bercita-cita untuk merengkuh semua lapisan masyarakat, dari yang paling bawah dalam strata ekonomi, sampai yang paling 'tajir'.

Tapi, kekuatan ekonomi negara-negara muslim emang ngga bisa dipandang sebelah mata. Apalagi bisnis syariah dalam beberapa tahun terakhir melonjak drastis, dan sedang menjadi perbincangan diberbagai forum lokal dan internasional. Namun walaupun begitu, ASLI memandang perlu adanya back-up oleh lembaga finansial yang kuat dan bermutu untuk dapat bertahan dan menjadi solusi bagi pertumbuhan negara-negara muslim dunia. Dukungan utama WIEF berasal dari bank-bank Malaysia tempat WIEF dilahirkan. Sedangkan dari Indonesia, dukungan berasal dari PT Telkom Indonesia.

Tapi tetep aja..dimana ada cita-cita mulia, disitu juga ada hambatan. Dari internal sendiri, ada beberapa anggota WIEF yang mengalami masalah friksi. Seperti perang antara Irak-Iran, kemudian ada okupasi Irak terhadap Kuwait, belum lagi 'pertentangan' antara Islam Sunni dan Islam Syiah. Dan adapula hambatan dari sisi Eksternal. Yang pasti adalah 'ketidak-relaan' dari komunitas internasional atau Western Society yang ngga suka menyaksikan negara-negara muslim kuat dan solid secara ekonomi. Dua kendala internal dan eksternal internah inilah yang menurut kajian WIEF akan menjadi batu sandungan bagi pertumbuhan ekonomi negara-negara muslim dunia. Semoga WIEF bisa menghadapi semua kendala itu dan memajukan perekonomian negara-negara islam. Amiiiin...


Artikel ini diambil dari majalah INVESTASI, edited by Ria.



.::ria::.

Selasa, 14 April 2009

Perjuangan 'berdarah' Full Time Blogger

Para blogger pasti udah pernah denger donk cerita tentang Budi Putra, seorang yang tadinya wartawan majalah Tempo, tapi 2 tahun lalu memutuskan untuk menjadi seorang full time blogger. Yaitu orang yang benar-benar menjadikan blog sebagai sumber penghasilan, dan menggantungkan hidupnya hanya dengan ngeblog. Cerita tentang Budi Putra yang memiliki beberapa situs seperti The Gadget Net, Budi Putra Dot Com, 3G week, Blog Jurnalisme ini pun sudah menyebar di Blogosphere. Hal ini pasti membuat banyak orang bertanya dalam hati, "Apa mungkin hidup hanya dengan ngeblog?".

Sekedar cerita, di Amerika sana, seseorang tidak perlu ragu lagi untuk mengakui kegiatan bloggingnya sebagai pekerjaan. Ryan Avent misalnya, pemilik Ryan Avent Dot Com sekaligus kontributor blog Economist Dot Com dan DCist Dot Com ini keluar dari pekerjaannya dan memutuskan untuk menjadi full time blogger. Dan setelah menjadi full time blogger, tau berapa jam kerja Ryan per harinya? Dalam 1 hari Ryan hanya bekerja selama 2 jam, dan selama 2 jam itu dia bisa menghasilkan 7-8 postingan.

Ada juga kisah blogger lain dari Amerika, yaitu Heather Armstrong. Cerita dimulai dengan Heather yang membuat sebuah blog bernama Dooce pada Februari 2001 lalu. Pada blognya, Heather menulis tentang kehidupan pribadinya, serta pekerjaannya sebagai web designer. Tragisnya, gara-gara dia membuat postingan-postingan yang melibatkan nama orang-orang di tempatnya bekerja dan bosnya tahu, Heather pun langsung di pecat dari pekerjaannya itu pada tahun 2002. Meski begitu, Heather tetap melanjutkan kegiatan ngeblognya secara konsisten. Dan hasilnya? Sekarang Dooce menjadi salah satu blog sukses di Amerika. Dan dalam 1 bulan, ada lebih dari 850.000 visitor yang mengunjungi blog tersebut. Dooce kini sanggup membiayai Heather dan keluarganya.

Tapi apa semudah itu menjadikan blog sebagai sumber penghidupan kita? Jawabannya, tentu aja ngga mudah. Karena untuk mendapatkan penghasilan dari blog, kita perlu kerja keras. Sebagai blogger, apalagi full time blogger, kita harus memiliki skill menulis diatas rata-rata, kita juga harus dapat menentukan niche (tema blog) yang bagus, dan membuat postingan secara konsisten, agar pengunjung tertarik untuk terus mengunjungi blog kita.

Sederet nama yang disebut tadi beserta nama-nama lain seperti Yaro Starak, Darren Rowse dan John Cow harus berani berkorban dan mengambil resiko. Heather sebelum mendapatkan penghasilan yang layak dari ngeblog, harus melewati perjuangan selama 4 tahun yang berdarah-darah. Yaro Starak sebelum menjadi full time blogger harus rela banting tulang putar otak demi membuat postingan yang berbobot, bahkan sampai kuliahnya terbengkalai.

Nah, setelah mengetahui segitu beratnya pengorbanan para full time blogger, apa anda tetap ingin menjadi seorang full time blogger??


Ok CU next post and keep blogging...



.::ria::.

Selasa, 03 Maret 2009

10 Negara Pecinta Televisi

Sekarang ini televisi sudah sangat diterima oleh masyarakat. Media audio visual ini telah menjadi sebuah kebutuhan, karena menampilkan berbagai tayangan yang dapat memberikan informasi juga hiburan. Kotak dengan gambar bergerak tersebut juga dapat menjadi pelarian demi mengobati rasa jenuh, terutama bagi anda yang banyak menghabiskan waktu di rumah.

Seperti yang kita ketahui, program acara ditelevisi masih di dominasi oleh sinetron-sinetron. Saluran televisi pun terus bertambah setiap tahunnya. Tapi ternyata bukan orang Indonesia aja yang suka nongkrong lama-lama depan televisi, masih ada negara-negara lain yang memonitor pergerakan ekonomi, bahkan politiknya lewat televisi.

Jika dibuat nominasi, kira-kira Indonesia ada diurutan keberapa ya sebagai negara yang paling tinggi rata-rata jam nontonnya??

10. Jepang : Jepang termasuk negara yang sibuk, hal tersebut dapat dilihat dengan rendahnya rata-rata jam menonton penduduknya. Hanya 17,9 jam/pekan atau sekitar 2 jam 30 menit/hari, mungkin ini menjadi salah satu faktor kesuksesan Jepang.

9. Inggris : Inggris tidak jauh beda dengan Jepang, penduduk negara asal Lady Di ini hanya memiliki rata-rata menonton 18 jam/pekan atau 2 jam 34 menit/hari. Salurannya pun kebanyakan pendidikan dan diatur sepenuhnya oleh pemerintah. Saluran yang paling bertahan adalah BBC.

8. Brazil : Selama ini mungkin kita berfikir kalau Brazil adalah negara kaya, karena dia ada di Benua Amerika. Tapi ngga juga lho, karena ternyata walaupun jam nonton Inggris dan Brazil cuma beda tipis, mereka punya alasan yang beda banget. Brazil adalah negara 'miskin', sehingga untuk menghabiskan waktu senggang atau libur mereka lebih banyak nonton sinetron. Rata-rata nonton mereka adalah 18,4 jam/pekan atau sama dengan 2 jam 37menit/ hari.

7. Taiwan : Pasti pada inget kan sama serial drama taiwan berjudul Meteor Garden yang dibintangi F4? Emang, MG bukan serial drama pertama, karena serial drama taiwan udah ada sejak tahun 1962. Taiwan memiliki sejarah yang panjang soal televisi, pendaratan manusia pertama dibulan pun pertama kali ditampilkan oleh saluran tv Taiwan. Penduduk Taiwan juga harus sering-sering duduk didepan tv untuk alasan politik, selain alasan investasi. Rara-rata jam nonton mereka adalah 18,9 jam/pekan atau 2 jam 42 menit/hari.

6. Amerika Serikat : negeri paman ini menduduki nomor 6 dengan rata-rata menonton 19 jam/ pekan atau 2 jam 43 menit/ hari. 99 % rumah di AS minimal punya 1tv. TV di AS sudah ada sejak tahun 20'an, tapi baru komersial pas tahun 40'an. Menganut sistem desentralisasi, yaitu saluran televisi di atur oleh pemerintah, dan film dari tv negara lain di batasi.

5. Indonesia : ternyata Indonesia menduduki posisi nomor 5 dengan rata-rata menonton 19,7 jam/pekan atau 2 jam 56 menit/ hari. Ya mungkin anda sendiri tau alasannya. Sampai saat ini, tercatat sudah ada lebih dari 10 saluran tv swasta, dan baru sejak tahun 1989 stasiun swasta di perbolehkan.

4. Turki : Turki termasuk negara yang memiliki banyak sekali channel, atau saluran tv. Jika diurutkan, channelnya ada dari huruf A-Z. Hal ini disebabkan turki memiliki jumlah penduduk yang banyak dan televisi di jadikan alat pemantau politik. Rata-rata menontonnya sekitar 20,2 jam/pekan atau 2 jam 53 menit/hari.

3. Mesir : negara yang terkenal akan piramid dan firaunnya ini memiliki rata-rata menonton 20,9 jam/pekan atau 2 jam 59 menit/hari. Hal ini dikarenakan mesir merupakan pusat budaya dan politikan utama negara-negara wilayah arab dan timur tengah.

2. Filipina : televisi sudah mulai berkembang sejak tahun 1953 di filipina. Dengan rata-rata menonton 21 jam/pekan atau sekitar 3 jam/hari, sekarang ini filipina telah memiliki sekitar 202 saluran kabel dan satelit. Banyak banget ya??

1. Thailand : dan posisi pertama, yang berarti negara dengan rata-rata menonton paling banyak ditempati oleh Thailand dengan rata-rata menonton 22,4 jam /pekan atau 3 jam 20 menit. Di Thailand media dianggap relatif bebas, karena banyaknya demonstran disana sehingga orang sering menonton televisi untuk mengetahui perkembangan politik, krisis ekonomi, maupun sekedar mencari hiburan.


Nah, sekian deh hasil survei tv di beberapa negara, he... Kayanya jadi punya cita-cita jadi pengamat televisi nih..


CU next post,


.::ria::.

Rabu, 18 Februari 2009

Dukun Ponari Punya Saingan

Belum sampai sebulan orang-orang dihebohin sama berita tentang Dukun Cilik Ponari, yang katanya bisa nyembuhin berbagai macam penyakit cuma dengan mencelupkan batu ke air 'pasien'nya. Tapi menurut berbagai sumber (termasuk yang punya batu), ni batu bukan sembarang batu. Menurut Ponari cs, ini batu dia temuin pas lagi main ujan-ujanan, batu itu kesamber gledek. Dan kepala Ponari juga berasap pas pulang bawa batu itu, makanya dia dibilang TITISAN DEWA PETIR! Beuh... canggihkan??

Diceritakan juga kalau batu itu sudah dibuang berkali-kali tapi tetap kembali lagi ke rumah ponari. Dan ponari pun pernah bermimpi kalau dia dapat menyembuhkan adiknya dengan batu tersebut, karena saat itu adik Ponari sedang mengalami muntaber, dan ternyata (lagi-lagi katanya) manjur.

Nah, belum basi tuh cerita.. tiba-tiba ada Dukun Cilik lainnya yang konon punya batu yang sama dengan batu 'ajaib' milik Ponari. Dukun cilik yang menjadi saingan Ponari ini dikenal dengan julukan Dukun Dewi. Mungkin kalau Ponari itu titisan Dewa Petir, Dewi ini titisan Dewi Petir, he...

Ya ceritanya hampir sama gitu, si Dewi juga nemuin itu batu pas dia lagi ujan-ujanan. Agak ngga kreatif emank, coba dia bikin ceritanya lebih variatif, he..

Tapi walaupun ceritanya kurang variatif, banyak 'pasien' Ponari yang ngerasa capek pun akhirnya memilih untuk beralih ke Dukun Dewi, karena kebetulan juga mereka masih satu kampung yaitu di Jombang, Jawa Timur.

Tapi sebenarnya bener ngga sih kalau batu-batu itu bisa menyembuhkan? Kalau saya pribadi sih kurang percaya (dibaca: tidak percaya). Maaf lho buat kalian yang percaya, tapi menurut saya ini semua terlalu mudah. Dan saya sangat setuju sama orang-orang yang berpendapat kalau itu semua cuma SUGESTI. Karena sebelumnya udah denger cerita, terus penasaran sampai mereka yakin dan percaya sendiri, dan setelah berdesakkan, dan setelah air yang mereka bawa di celupin batu plus di obok-obok, setelah minum air itu mereka langsung bilang, "iya nih, badan saya segeran, kayaknya saya udah sehat nih". Padahal itu semua cuma sugesti, karena kepercayaan mereka aja. Padahal aslinya, penyakit mereka biasa aja, ngga berkurang. Malah nambah kali, sama cacingan.. he..

Sebenernya apa sih yang bikin fenomena dukun cilik featuring batu ajaib ini marak banget? Apa karena sekarang musim ujan jadi banyak batu yang kesamber gledek?? Menurut menteri kesehatan kita hal ini tidak disebabkan biaya berobat yang mahal, karena sudah disediakan Jamkesmas dan pelayanan kesehatan gratis bagi yang tidak mampu. Kalau begitu menurut saya memang orang-orang ini aja yg lebih menyukai pengobatan alternatif. Kayak kalau kita mudik aja gitu.. pasti ada kan jalur alternatif??

Ya apapun alesannya, semoga ngga ada dukun cilik ke-3, ataupun dukun abg dengan batu yg lebih besar mungkin. Karena hal ini sangat amat ngga baik. Untuk elemen-elemen tertentu yg memanfaatkan anak-anak ini, semoga cepet sadar, STOP EXPLOITASI ANAK. Untuk pasiennya, semoga cepet sadar, hindari hal yang mendekati syirik. Saran saya, mending langsung aja ke Jombang, tapi bukan buat ketemu Dewi atau Ponari, tapi buat nyari batu sendiri, he..

Ya sekian postingan kali ini, jika ada diantara kalian yang ngga sependapat, saya mohon maaf. Terima kasih buat yang udah mau baca, apalagi ninggalin jejak.


CU next post,




.::ria::.

Minggu, 18 Januari 2009

Asiknya jadi komentator

Lama juga ngga posting...padahal sibuk jg ngga, paling juga jadi pengamat televisi.. Sekarang lagi mau 'travelling-travellingan' keliling Jakarta. Yaaa biar apal jalan aja gitu.. Maklum, baru bebas dari 'penjara suci'. 'Penjara suci'?? paan tuh? Ya begitulah... mantan skolahan.

Eh bukan itu inti postingan ini... Aku mau cerita salah satu pengalamanku pas lagi di salah satu angkot yg aku naikin. Ya kaya' judulnya, 'Asiknya Jadi Komentator'. Siapa jadi komentator?? Ya aku, ya orang-orang yg aku ceritain ini.. Jadi gini...

Yang namanya angkot kan dah pasti ada macem-macem orang tu... kecuali orang gila kaya'nya. Nah, diantara macem2 orang itu, duduk di depanku segerombolan ibu2 pake' jilbab... Ibu2 genk ngaji kaya'nya. Pas aku naik ntu angkot, mereka udah seru ngobrol... cuma aku ngga merhatiin mereka ngobrolin paan, ngga tertarik c... Tapi ternyata lama juga kebersamaan gw ama ibu2 ntu dalam angkot yg sama, ampe aku bosen... akhirnya aku putusin buat ngikutin cerita ibu2 ntu, nah dari hasil penelitianku dari obrolan ibu2 itu..poko'nya anak'nya ibu anu abis nabrak orang, n dy mau minjem duit ama ibu ini, tapi ibu ini ngga percaya, dan seterusnya seterusnya intinya ibu ini ngga minjemin.

Terus tiba-tiba ada anak kecil, kira-kira umurnya 10 taunan lah... Nah kalo biasanya ada orang ngamen, kalo ni anak baca puisi. Aku yang emang ngga sering keliling jakarta rada surprise juga... Tapi aku positif thinking ja, mungkin anak ini nyadar.. dia baca puisi ja fals, palagi nyanyi?? he... Tapi yg bikin aku sebel bukan suara fals anak itu, tp suara ibu2 genk ngaji di depanku. Udah abis kali semua temen2nya di omongin, ortunya anak itu yg mereka ja ngga kenal dapet jatah berikutnya buat di komentarin. Ada yang bilang "orang tuanya mana c??", ada juga "orangtuanya tu mampu,tapi emang anaknya ja", malah ada yg bilang "orangtuanya ongkang2 kaki dirumah, anaknya di dekil2in suruh ke jalanan".

Yaelaaaah... penting ngga c orangtuanya siapa n ngapain?? kalo emang niat ngasih, ya kasih ja...bodo' amat ortunya siapa. Kalo emang ngga mau ngasih... diem ja deh.. *maap ya ibu2*

Akhirnya ngga terasa 'penelitian' ku selesai, coz angkot dah nyampe ujung... Sekarang yang aku pikirin, gileeee berarti jauh juga ya tu ibu2 ngajinya?? Mungkin tambah jauh ngajinya pahalanya tambah banyak juga kali ye?? Apa biar tambah banyak yg bisa dibahas?? Astagfirullah...su'udzon kan gw?? Yah...mudah2an nyokap gw ngga kaya' ibu2 itu... biar ngajinya ja yg nular. Amiiiin...

Yaudah deh segini ja postingan kali ni, kalo ada pihak2 yang ngerasa tersinggung atau gimana gitu..aku mohon maaf banget, semoga tulisanku bisa jadi sarana introspeksi supaya kita semua bisa jadi pribadi yg lebih baik di tahun 2009 ini dan tahun-tahun yang akan datang..amin lg.

CU next post





.:. ria .:.