![]() |
| Gedung-gedung Asrama di Al-Zaytun |
| Lantai dasar gedung H.M. Soeharto, Universitas Al-Zaytun Indonesia |
![]() |
| Mahasiswa FTI belajar bersama persiapan UTS (bukan cuci otak) |
Beberapa hari minggu belakangan ini, saya lihat nggak berhenti-berhentinya isu tentang hubungan antara NII dan Al-Zaytun dibahas. Terutama dibeberapa stasiun TV swasta yang kelihatannya lebih intens membahas masalah ini, seperti tvone dan metrotv. Macem-macem narasumber ditampilkan. Mulai dari orang-orang yang dulunya mengaku sebagai anggota NII, sampai ibu-ibu nggak jelas yang teriak-teriak minta Al-Zaytun ditutup.. (Helloooooooooo..itu sekolah, bukan warung).
Jujur, agak sedih dan kecewa dengan semua pemberitaan yang ada dimedia itu. Semuanya terkesan dibesar-besarkan, padahal belum ketahuan 100% benar atau nggak. Sedih karena mereka men-judge tanpa melihat langsung, dan kecewa karena ada beberapa teman alumni yang malah ikut-ikutan komentar padahal mereka nggak sampai lulus di Al-Zaytun.
Berita ini juga sebenernya bukan baru kali ini saja kok mencuat, sekitar taun 2000 juga berita ini sudah mulai banyak dibahas, malah MUI sampai mengirim tim peneliti segala, Menteri agama dan bahkan BIN juga kesana.
Dan beberapa "kata orang" yang menurut saya bener-bener salah:
- Mengkafirkan orang diluar golongan mereka (walaupun itu orangtuanya, saudara, dan sama-sama muslim).
Jangankan mengkafirkan orangtua, kami di Al-Zaytun di didik untuk sangat bertoleransi. Al-Zaytun bahkan pernah kedatangan tamu rombongan dari GBIP Koinonia. Kami juga pernah dikunjungi Perdana Mentri Taiwan. Dan kami pernah di ajar bahasa Mandarin langsung sama 3 orang Taiwan, walaupun cuma 2 minggu karena mereka harus ke lembaga pendidikan lain.

